Peran Pemuda Pertanian dalam Membantu Misi Indonesia di Era Revolusi Industrial 4.0



Apa itu revolusi industrial 4.0 ?

Saat ini, kita hidup di era Revolusi Industri Keempat (Klaus Schwab, The Fourth Industrial Revolution(2017)). Era yang diwarnai oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), era super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan mengakibatkan dampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, politik, bahkan membuka perdebatan atas definisi manusia itu sendiri. Era yang menegaskan dunia sebagai kampung global (Marshall McLuhan, The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962)).

Bagaimana Indonesia menyikapi era tersebut?

Indonesia telah berkomitmen untuk mengimplementasikan Industri 4.0 guna membangun industri manufaktur yang berdaya saing global. Komitmen ini ditandai dengan peluncuran “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden Joko Widodo pada awal April 2018 lalu sebagai sebuah peta jalan dan strategi Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan.
Menurut Presiden, penamaan Making Indonesia 4.0 sangat tepat karena memliki arti yang bagus, yaitu membangun kembali perindustrian Indonesia ke era baru pada revolusi industri keempat dan merevitalisasi industri nasional secara menyeluruh.
Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian telah menetapkan lima sektor manufaktur yang akan diprioritaskan pengembangannya. Lima sektor tersebut yaitu: industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia.
“Selama ini, dari lima sektor industri itu mampu memberikan kontribusi sebesar 70 persen untuk PDB industri, kemudian menyumbang 65 persen terhadap total ekspor, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” kata Menperin Airlangga Hartarto.
Dalam rangka mewujudkan target pada tahun 2030, Pemerintah telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional. Dari strategi tersebut, diyakini dapat mempercepat pengembangan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global.

Apa isu hangat terkait revolusi industrial 4.0 ?



Revolusi keempat sebagai kelanjutan dari penemuan komputer dan teknologi digital yang dimulai pada era 50-an ternyata tidak membuat penyelesaian masalah dunia menjadi lebih mudah. Dengan sistim komputerasi, kepintaran buatan, arus informasi yang lebih cepat, analisa data yang lebih baik dibantu oleh algoritma tingkat lanjutan, tidak membuat kita bebas dari masalah klasik seperti kelaparan, eksploitasi negara maju terhadap negara berkembang, akses kesehatan yang rendah, soal pengungsi, terutama menjadikan dunia tempat yang aman bagi semua umat manusia.
Isu baru yang muncul dan menjadi ramai diperbincangkan adalah bagaimana Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mengubah wajah dunia dan persoalan kependudukan seperti pengungsi, kelaparan, dan konflik horiziontal. Kedua isu ini menjadi pendamping isu politik dan ekonomi yang senantiasa akan langgeng sepanjang peradaban.

Pertanian dalam arti luas



Terdapat batasan atau definisi agriculture menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
  1. Menurut Van Aarsten (1953), agriculture adalah kegiatan manusia untuk memperoleh hasil yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang pada mulanya dicapai dengan jalan sengaja menyempurnakan segala kemungkinan yang telah diberikan oleh alam guna memgembangbiakkan tumbuhan dan atau hewan tersebut.
  2. 2. Menurut Mosher (1966), pertanian adalah suatu bentuk produksi yang khas, yang didasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Petani mengelola dan merangsang pertumbuhan tanaman dan hewan dalam suatu usaha tani, dimana kegiatan produksi merupakan bisnis, sehinggga pengeluaran dan pendapatan sangat penting artinya.
  3. 3. Menurut Spedding (1979), pertanian dalam pandangan modern merupakan kegiatan manusia untuk manusia dan dilaksanakan guna memperoleh hasil yang menguntungkan meliputi kegiatan ekonomi dan pengelolaan di samping biologi.

Bagaimana seharusnya pemuda Indonesia menyikapi isu tersebut dan secara langsung membantu rencana yang telah disusun oleh pemerintah?

1. mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.
Guna mendukung upaya tersebut hendaknya dibuat program khusus seperti pelatihan dan membuat link SMK atau pelatihan terstandardisasi dengan industri untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industri dengan target mencapai satu juta orang pada 2019 sesuai dengan target pemerintah.
2. Pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM. Program e-smart IKM merupakan upaya memperluas pasar dalam rantai nilai dunia.
Alangkah lebih baik jikalau para pemuda milenial membantu IKM untuk berkembang dan maju dengan teknologi.
3. Inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis untuk memacu pertumbuhan dan daya saing industri nasional, termasuk menyiapkan insentifnya.
Mencontoh bisnis partanian berbasis start-up yabg sudah besar, dengan aplikasi tersebut mereka dapat menyumbang pendapatan untuk negara, menurunkan angka pengangguran, menaikkan ekspor, dan mensejahterakan petani. Inovasi-inovasi lain yang dapat dijalankan adalah inovasi produk dan memperkenalkannya secara luas dengan kemampuan digital untuk menjangkau konsumen dalam dan luar negeri.

Apakah sikap yang dilakukan mempunyai peluang keberhasilan dan selaras dengan realita?

Usaha-usaha yang dilakukan tentu mempunyai peluang keberhasilan yang cukup menjanjikan. Apalagi jaman sekarang para pemuda sudah lihai bermain dalam canggihnya teknologi dan mempunyai kepekaan yang cukup terhadap isu-isu yang sering diangkat. Mereka juga sensitif dalam perubahan yang ada sehingga dapat dijadikan pemimpin untuk mencapai keberhasilan revolusi industrial 4.0 bagi Indonesia.
Pada kenyataannya hanya usaha yang dapat pemuda lakukan untuk memajukan bangsanya dalam mendukung kesuksesan pemerintah.

Akhir kata?

Making Indonesia 4.0 mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini. Kewajiban negara pula untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0.


Komentar

Postingan populer dari blog ini